Mungkin anda sudah tau membuat window prompt, kali ini saya akan mencontohkan membuat window prompt untuk menuliskan nama dan ditulis pada laman web. Cara ini saya buat sendiri, namun jika script ini kurang benar harap maklum karena saya belajar secara otodidak
<script>
x = window.prompt('YOUR NAME')
if (x != '' && x != ' ' && x != 'null')
document.write('HAI '+x.toUpperCase())
else
document.write('HAI FRIEND')
</script>
x != '' --> x bukan kosong
x != ' ' --> x bukan spasi
x != 'null'--> x bukan null atau nol
&&--> dan
.toUpperCase()--> Huruf Kapital
if--> jika klik OK atau ENTER
else-->jika di batalkan
jika ingin mengatur fontnya dapat disisipkan kode berikut:
<script>
x = window.prompt('YOUR NAME')
if (x != '' && x != ' ' && x != 'null')
document.write('<font size="25">'+'HAI '+x.toUpperCase()+'</font>')
else
document.write('HAI FRIEND')
</script>
Sekian tips JavaScript dari saya :)
http://go.ad2up.com/afu.php?id=856014
Kamis, 11 Oktober 2012
Rabu, 18 Juli 2012
Beginilah Seharusnya Media Menggunakan Twitter
Meski bergerak di ranah online, tak banyak media online yang menggunakan media sosial Twitter secara maksimal. Umumnya, media-media onlinememiliki akun Twitter tapi menyerahkan urusantweet-nya pada mesin.
Yang terjadi kemudian, akun-akun media itu hanya men-tweet judul-judul berita yang ditayangkan media itu secara acak. "Akibatnya, informasi yang di-tweet seringkali informasi yang tidak menarik, mesin hanya menampilkan judul berita. Kalau informasinya tidak menarik, maka orang tidak akan mengklik informasi itu," ujar Prof. Melinda McAdams, Guru Besar Jurnalisme Online Universitas Florida, Amerika, dalam workshop "Media Social and Professional Use of Twitter" di pusat kebudayaan Amerika, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Seyogyanya, menurut McAdams, isi tweet akun media berisi sesuatu yang tidak hanya informatif, tapi juga menarik. Informasi dikemas secara "customize" memaksimalkan batas 140 karakter yang diizinkan twitter.
Ini hanya bisa dilakukan jika ada orang yang secara khusus mengelola Twitter media. "Isi tweet atas suatu berita bisa jadi sesuatu yang berbeda dengan judul beritanya, bisa ringkasan yang atraktif, kutipan yang menarik, sehingga tidak membosankan," kata dia.
Lebih jauh ia menjelaskan, akun media pada Twitter seringkali tidak membuka diri terhadap interaksi. Padahal, sejatinya, ciri media sosial adalah interaksi. Makna "share" yang sering dilekatkan pada media sosial berarti yang men-share informasi mengharapkan repons atas apa yang di-share.
"Oleh karena itu, yang men-share informasi harus mendengarkan dan memberi respon atasfeedback yang disampaikan publik sehingga terjadi interaksi atau dialog," papar dia. Selain itu, ia menambahkan, media dapat menggunakan atribut "#" (hashtags) pada twitter untuk mengelompokkan informasi tertentu sehingga pembaca dapat mengikuti atau mencari satu isu dengan mudah di twitter.
Ia melanjutkan, cara ini juga dapat dilakukan para jurnalis untuk meningkatkan profesionalitas mereka. Para jurnalis, katanya, dapat menjadikan diri mereka sebagai sumber informasi yang kredibel di Twitter.
"Banyak jurnalis menggunakan twitter hanya for fun, men-tweet apa yang mereka lakukan sekarang. Padahal, mereka bisa menggunakan Twitter untuk menunjukkan profesionalitas mereka atas satu topik tertentu," terangnya.
Ia mencontohkan apa yang dilakukan Omar Chatriwala (@omarc) seorang jurnalis freelance di Doha, Qatar. Omar menggunakan akunnya untuk men-tweet segala sesuatu yang berkaitan dengan dinamika politik di Timur Tengah. Tweet-tweet-nya fokus pada satu topik itu.
"Jurnalis yang paham memanfaatkan media sosial umumnya memiliki dua akun. Satu akun fokus untuk urusan profesional mereka, sementara satu akun lagi untuk urusan pribadi, for fun," tandasnya.
Sumber: Kompas.com
Link: Beginilah Seharusnya Media Menggunakan Twitter
Yang terjadi kemudian, akun-akun media itu hanya men-tweet judul-judul berita yang ditayangkan media itu secara acak. "Akibatnya, informasi yang di-tweet seringkali informasi yang tidak menarik, mesin hanya menampilkan judul berita. Kalau informasinya tidak menarik, maka orang tidak akan mengklik informasi itu," ujar Prof. Melinda McAdams, Guru Besar Jurnalisme Online Universitas Florida, Amerika, dalam workshop "Media Social and Professional Use of Twitter" di pusat kebudayaan Amerika, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Seyogyanya, menurut McAdams, isi tweet akun media berisi sesuatu yang tidak hanya informatif, tapi juga menarik. Informasi dikemas secara "customize" memaksimalkan batas 140 karakter yang diizinkan twitter.
Ini hanya bisa dilakukan jika ada orang yang secara khusus mengelola Twitter media. "Isi tweet atas suatu berita bisa jadi sesuatu yang berbeda dengan judul beritanya, bisa ringkasan yang atraktif, kutipan yang menarik, sehingga tidak membosankan," kata dia.
Lebih jauh ia menjelaskan, akun media pada Twitter seringkali tidak membuka diri terhadap interaksi. Padahal, sejatinya, ciri media sosial adalah interaksi. Makna "share" yang sering dilekatkan pada media sosial berarti yang men-share informasi mengharapkan repons atas apa yang di-share.
"Oleh karena itu, yang men-share informasi harus mendengarkan dan memberi respon atasfeedback yang disampaikan publik sehingga terjadi interaksi atau dialog," papar dia. Selain itu, ia menambahkan, media dapat menggunakan atribut "#" (hashtags) pada twitter untuk mengelompokkan informasi tertentu sehingga pembaca dapat mengikuti atau mencari satu isu dengan mudah di twitter.
Ia melanjutkan, cara ini juga dapat dilakukan para jurnalis untuk meningkatkan profesionalitas mereka. Para jurnalis, katanya, dapat menjadikan diri mereka sebagai sumber informasi yang kredibel di Twitter.
"Banyak jurnalis menggunakan twitter hanya for fun, men-tweet apa yang mereka lakukan sekarang. Padahal, mereka bisa menggunakan Twitter untuk menunjukkan profesionalitas mereka atas satu topik tertentu," terangnya.
Ia mencontohkan apa yang dilakukan Omar Chatriwala (@omarc) seorang jurnalis freelance di Doha, Qatar. Omar menggunakan akunnya untuk men-tweet segala sesuatu yang berkaitan dengan dinamika politik di Timur Tengah. Tweet-tweet-nya fokus pada satu topik itu.
"Jurnalis yang paham memanfaatkan media sosial umumnya memiliki dua akun. Satu akun fokus untuk urusan profesional mereka, sementara satu akun lagi untuk urusan pribadi, for fun," tandasnya.
Sumber: Kompas.com
Link: Beginilah Seharusnya Media Menggunakan Twitter
Kamis, 28 Juni 2012
Tips agar "Password" Tidak Mudah Ditebak dan Aman
Satu hal yang perlu Anda ketahui, jangan pernah percaya bahwa data yang diamankan dengan password itu benar-benar aman.
Sekuat apa pun password tidak bisa menjamin keamanan 100 persen data atau akun yang Anda miliki. Dewasa ini, banyak orang yang tidak bertanggung jawab atau tidak bermoral memanfaatkan dan menggunakan segala cara untuk bisa mengakses atau menjebol password.
Para hacker atau peretas biasanya mencari lubang keamanan supaya bisa dengan mudah mengakses data yang mereka inginkan.
Password memang sesuatu yang perlu dijaga kerahasiaannya. Lantas, bagaimanakah membuatpassword yang tidak mudah ditebak dan aman?
Berikut langkah-langkahnya:
Sekuat apa pun password tidak bisa menjamin keamanan 100 persen data atau akun yang Anda miliki. Dewasa ini, banyak orang yang tidak bertanggung jawab atau tidak bermoral memanfaatkan dan menggunakan segala cara untuk bisa mengakses atau menjebol password.
Para hacker atau peretas biasanya mencari lubang keamanan supaya bisa dengan mudah mengakses data yang mereka inginkan.
Password memang sesuatu yang perlu dijaga kerahasiaannya. Lantas, bagaimanakah membuatpassword yang tidak mudah ditebak dan aman?
Berikut langkah-langkahnya:
- Buatlah password yang tidak berhubungan dengan diri Anda, istri, anak, tanggal kelahiran, warna kesukaan, makanan kesukaan, bahkan binatang kesayangan Anda. Semua hal yang berhubungan atau mendekati apa yang Anda sukai pasti akan dicoba oleh orang yang hendak mengakses data Anda. Cara seperti ini merupakan metode social engineering. Akan tetapi jika Anda membuat password "gado-gado", itu dijamin akan sulit untuk ditebak. Misalnya saja gabungan huruf besar-kecil, simbol, serta perpaduan huruf dan angka dengan karakter yang panjang.
- Untuk password, buatlah karakter panjang, misalnya saja 20 karakter (untuk program recovery password versi trial akan susah untuk melacaknya).
- Gunakan simbol-simbol tertentu di luar angka dan huruf, misalnya saja penggabungan "#$@!()&^TG!@". Karakter-karakter tersebut biasanya sulit untuk ditebak.
- Gunakan software generator password. Maksudnya untuk mengacak password atau mengenkripsipassword. Kelemahannya cuma satu, sulit dihafalkan.
- Jangan gunakan password yang ada dalam dictionary (kamus).
- Jangan menyimpan password pada secarik kertas karena bisa saja setelah Anda ingat password-nya, Anda membuang kertas itu. Teknik seperti ini juga bisa dimanfaatkan, yaitu dengan mengorek sampah untuk mencari informasi yang bermanfaat.
- Hati-hati kalau Anda berinternet di kantor atau di lab karena bisa saja seorang peretas sedang beraksi untuk mencuri password. Mereka biasanya menggunakan teknik network sniffing untuk memantau lalu lintas data yang keluar masuk jaringan, termasuk account dan password.
- Perhatikan juga sambungan keyboard pada komputer Anda karena bisa saja ada orang yang memasang sambungan (keylogger) pada keyboard.
- Gunakan sistem copy-paste untuk menginput password. Hal ini bisa menghindari hacking dengankeylogging.
Sumber : Kompas
Senin, 25 Juni 2012
TEASER CHIBI 6 JIB SUPER JUNIOR
Penasaran bagaimana CHIBI dari teaser-teaser 6 Jib Super Junior?? Check them out ^^
- EUNHYUK CHIBI
- DONGHAE CHIBI
- LEETEUK CHIBI
- RYEOWOOK CHIBI
- YESUNG CHIBI
- SHINDONG CHIBI
- KANGIN CHIBI
- SUNGMIN CHIBI
Langganan:
Komentar (Atom)
















